Waktu
Terlalu Berharga Untuk Disiasiakan
Sirajudin / Tarjamah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Apa yang sudah kita siapkan untuk masa depan nanti? Apakah kita sudah siap takala kematian itu datang menjemput
kita? Apakah kita sudah menyiapkan bekal untuk masa depan? tak
pernah kita sadari bahwa sungguh kematian itu datang dari arah yang tak di sangka-sangka
dan dia datang tidak mengenal apa yang sedang kita lakuakan. Sungguh kita
terlena dengan pertanyaan itu semua. Kita menganggapnya itu adalah masalah yang
kecil padahal itu adalah masalah yang besar. Sungguh kita terlena dengan dunia
yang fana ini dengan isinya.
Yang tak pernah kita sadari bahwa itu semua adalah sementara. Kita hidup di dunia ini seperti hal nya kita mampir di
suatu tempat ketika dalam perjalanan jauh hanyalah
mampir sebentar. Apa yang engkau banggakan
ketika engkau berada di dunia yang hina ini.? Bukankah engkau melihat orang
yang meninggal tidak membawa apa-apa melainkan hanyalah kain kafan
yang menyelimuti diri nya? Apa yang
engkau bisa banggakan.? Apakah dengan banyaknya hartamu saat ini itu bisa
menjadi bekal saat engkau berada di liang lahat.? sungguh termasuk orang yang
merugi ketika kita lebih mengedepankan dunia dari akhirat.
Kita hidup di dunia ini hanya untuk mengumpulkan bekal untuk kedepannya nanti dan bekal itu tidaklah lain adalah amal perbuatan baik. Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan untuk
menjadi bekal kita di akhirat nanti, siapa yang tau kapan kematian itu
menjemput kita.? maka dari itu saudaraku marilah kita untuk slalu mengingat kematian
karena itu salah satu sebab kita takut akan kebesaran Nya. Dan itu juga bisa menyadarkan kita akan fananya
dunia.
Kalau
kita sudah lalai terhadap dunia maka tidak lain kita akan terjerumus akan
ketidakpuasaan terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Sadar nda
sadar kita sudah terlalu jauh ditipu oleh dunia, dibodohi oleh teknologi, lalai
akan waktu kita untuk Allah. Lebih banyak menghabiskan waktu untuk dunia, Sampai
lupa akan kehidupan akhirat yang abadi. Terlalu dalam menghina orang tapi tidak
pernah mengintropeksi diri padahal kita sama-sama makhluk yang diciptakan oleh
Allah, buat apa bangga masih ada yang lebih dari kita dan masih ada yang beras
dari kita.
Saudara
ku mari kita renungkan lagi waktu yang sudah kita jalani kita habiskan untuk
apa, buat kebaikankah atau sebaliknya. Waktu hanya sekali maka dari itu jangan
biarkan waktu berjalan tampa ma’na. Tinggal kita memilih ingin habiskan waktu
itu dengan kemanfaatan ataukah sebaliknya dengan sia-sia.

Komentar