Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

buku harus dibakar

“Hancurnya Kaum Intelektual” Sirajudin (hamba Tuhan) Istilah intelektual, kiranya tidak asing lagi di telinga kita. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘Intelektual’ berarti cerdas, berakal, berpikir jernih, yang berdasarkan ilmu pengetahuan. Seseorang yang mempunyai kecerdasan tinggi berpikir dengan akal sehat sesuai dengan ilmu   pengetahuan. Jadi tidak sembarang berpikir dengan   ke-ego-an sifat manusia. Intelektual, biasanya banyak hadir pada kaum mahasiswa dan cendikiawan. Walaupun memang tidak bisa dipungkiri orang yang terlihat biasa, tetapi memiliki kecerdasan yang luar biasa. Begitu juga dengan sebaliknya, kaum mahasiswa dan cendikiawan yang dalam benak manusia adalah seorang yang berintelektual, belum tentu memiliki kecerdasan dalam berpikir, apalagi untuk bertindak sesuai dengan ilmu pengetahuan. Fakta yang terjadi era milenial, dimana manusia disibukan dengan hal-hal yang kurang bermanfaat bahkan tidak bermanfaat sama sekali. Hancurnya kaum ...

Islam dan Negara

Sirajudin, Tarjamah UIN Jakarta. Konflik antara agama dan negara yang terjadi akibat pengaburan batas-batas agama dan negara, sebab keduanya dianggap bersaing dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sama, sehingga orang harus memilih salah satunya. Berkaca pada kasus penistaan agama di indonesia saya mencoba melihat dari berbagai aspek ataupun pandangan. Sehingga kita bisa mengetahui lebih dalam terjadinya kasus penistaan agama yang baru-baru kemarin terjadi yang sedang panas-panasnya dibahas. Bahkan di jadikan lahan berpolitikus oleh sebagian orang. Harun Nasution menuturkan, teori Descartes dipengaruhi oleh berbagai pertentangan pemikiran filsafat pada zamannya. Pertentangan ini menyebabkan ia bersikap meragukan segala sesuatu. Dalam konteks ini hanya ada satu hal yang tidak dapat diragukan, yaitu bahwa aku ragu-ragu (aku meragukan segala sesuatu). Sifat meragukan ini bukan khayalan, melainkan suatu kenyataan. Aku ragu-ragu, atau aku berpikir, dan oleh karena aku berp...

katanya waktu itu mahal

Waktu Terlalu Berharga Untuk Disiasiakan   Sirajudin / Tarjamah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Apa yang sudah kita siapkan untuk masa depan nanti ? A pakah kita sudah siap  takala kematian itu datang menjemput kita ? Apakah kita sudah menyiapkan bekal untuk masa depan? tak pernah kita sadari bahwa sungguh kematian itu datang dari arah yang tak di sangka-sangka dan dia datang tidak mengenal apa yang sedang kita lakuakan. Sungguh kita terlena dengan pertanyaan itu semua. Kita menganggapnya itu adalah masalah yang kecil padahal itu adalah masalah yang besar. Sungguh kita terlena dengan dunia yang fana ini dengan isinya. Y ang tak pernah kita sadari bahwa itu semua adalah sementara. Kita hidup di dunia ini seperti hal nya kita mampir di suatu tempat ketika dalam perjalanan jauh hanyalah mampir sebentar . Apa yang engkau banggakan ketika engkau berada di dunia yang hina ini.? B ukankah engkau melihat orang yang m eninggal tidak membawa apa-apa melainkan hanyala...

Cara Komunikasi Yang baik

”PRINSIP KERJA SAMA DALAM BERKOMUNIKASI YANG BAIK” Sirajudin Siraj.sr8@gmail.com Tarjam ah U IN Syarif Hidayatullah Jakarta           Abstrak - Bahasa merupakan sesuatu yang patut disyukuri dalam hidup. Kenapa tidak karna bahasa merupakan alat yang terpenting dalam hidup bersosial. Tampa bahasa kehidupan tak terasa hidup. Bahasa adalah Alat komunikasi antar manusia yang menghubungkan satu sama lain dengan mudah. Dengan adanya bahasa maka lahirlah sesuatu yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga bahasa mencangkup dan mengkaji seluruh aspek kehidupan manusia.           Bahasa tidak hanya mengkaji secara internal seperti mengenai bentuk, makna, struktur, fungsi, dan variasi bahasa itu sendiri. Akan tetapi, bahasa juga mengkaji secara eksternal, yang merupakan faktor terpenting ketika bahasa mencakup kehidupan sosial, dan juga penerapan ilmu linguistik untuk kepentin...

Rumah dijadikan Kuburan

#Rumah ku Syurga ku. Kita semua tentu mengetahui bahwa kuburan adalah tempat tinggal setelah meninggal. pernahkah anda mendengar bahwa rumah mewah yang kita tempatin saat ini adalah kuburan? Tidak ada kehidupan sama sekali. yaitu rumah yang tidak ada bacaan ayat Allah di dalamnya. Tentu tidak akan ada yang menginginkan rumah seperti kuburan. M aka mulai dari sekarang marilah kita tingkatkan bacaan Al-quraan dalam rumah karna sesungguhnya setan akan menjauh. Jauhi rumah seperti kuburan, jadikan rumah anda seperti surga, tiada henti kita melihat keindahannya. Sirajudin

Review Buku

Review buku “FILSAFAT SAINS MENURUT AL-QUR’AN” Oleh: Putri Nur Safitri Program Studi Tarjamah UIN Syarif Hidayatullah A.   Informasi tentang buku 1. Tentang pengarang      Prof. Mahdi golshani lahir di isfahana, Iran pada 1939. Setelah menyelesaikan S1 di bidang fisika di Universitas Teheran. Ia melanjutkan ke Universitas Carolina, Berkeley dan memperoleh gelar doktornya pada 1969, dengan spesialisasi di bidang fisika partikel. Sejak 1970 ia mengajar fisika di Universitas Teknologi Syarif, Taheran yang sempat menjadi ketua jutusan disana. Atas inisiatifnya, Universitas itu pada 1995mendirikan jurusan filsafat sains dan ia menjadi ketuanya. Saat ini ia menjabat sebagai direktur pada institut kajian Humaniora dan Budaya di Iran.     Pada 1998, ia termasuk dari sedikit ilmuan muslim yang di undang untuk berbicara pada konferensi “ Science and Spiritual Quest” di Berkeley. Sejak itu, ia kerap berbicara di forum internasio...