Langsung ke konten utama

buku harus dibakar





“Hancurnya Kaum Intelektual”
Sirajudin (hamba Tuhan)

Istilah intelektual, kiranya tidak asing lagi di telinga kita. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘Intelektual’ berarti cerdas, berakal, berpikir jernih, yang berdasarkan ilmu pengetahuan. Seseorang yang mempunyai kecerdasan tinggi berpikir dengan akal sehat sesuai dengan ilmu  pengetahuan. Jadi tidak sembarang berpikir dengan  ke-ego-an sifat manusia. Intelektual, biasanya banyak hadir pada kaum mahasiswa dan cendikiawan.

Walaupun memang tidak bisa dipungkiri orang yang terlihat biasa, tetapi memiliki kecerdasan yang luar biasa. Begitu juga dengan sebaliknya, kaum mahasiswa dan cendikiawan yang dalam benak manusia adalah seorang yang berintelektual, belum tentu memiliki kecerdasan dalam berpikir, apalagi untuk bertindak sesuai dengan ilmu pengetahuan.

Fakta yang terjadi era milenial, dimana manusia disibukan dengan hal-hal yang kurang bermanfaat bahkan tidak bermanfaat sama sekali. Hancurnya kaum intelektual ini sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat. Seharusnya mereka menjadi pondasi kehidupan, malah menjadi perusak masa depan.

Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Salah satunya perubahan zaman. Kaum intelektual tidak mampu menyesuaikan dengan perubahan zaman. Sehingga mereka sendiri terbawa arus kebodohan yang nyata. Belakangan ini ilmu pengetahuan terus berkembang dan meramba seluruh aspek kehidupan manusia. Sebagai kaum intelektual tentu harus cepat mengambil langkah dan berpikir cerdas demi masa depan yang cerah.

Kaum itelektual hadir dari kemalasan untuk membaca. Banyak yang memberi ide dari egonya, bukan dari ilmu pengetahuanya. Sehingga mereka berdebat untuk menjatuhkan satu sama lain bukan untuk menemukan titik kebenaran. Yang lebih parah lagi, untuk menyebunyikan kebodohan dalam dirinya.

Maka, sudah sepatutnya kita semua yang mengaku kaum intelektual, kembali membuka lembaran demi lembaran. Pertama untuk menghilangkan kebodohan dalam diri kita dan orang lain. Kedua untuk menjadi kunci dalam menemukan ilmu pengetahuan. Ketiga untuk menjadikan perubahan yang nyata dalam masyarakat dan berbangsa. Jika kita tidak mampu untuk membaca buku, maka BAKARLAH BUKU TERSEBUT. Itu lebih bermanfaat dari pada menjadi pajangan kebodohan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu mahasiswa?

Apa itu Mahasiswa? Oleh: Sirajudin Mahasiswa merupak sosok yang ditunggu oleh bangsa ini, sosok yang mempunyai semangat juang yag tinggi, sosok yang menjadi pahlawan di tengah-tengah kericuhan negeri ini. Dengan itu sebutan mahasiswa merupakan sebuah sebutan yang emas di masyarakat karna mahasiswalah yang paling utama merespon terhadap peristwa dan memberikan solusi dari peristwa tersebut. Melihat keadaan negeri tercinta ini semakin memburuk maka di sinilah peran mahasisw yang paling penting untuk memberikan ide-ide cemerlang untuk negeri ini, untuk menjadi agen perubahan, untuk menjadi pahlawan negeri ini, untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab. Lantas apa yang kita lakukan sebagai mahasiswa untuk negeri ini.?ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk negeri ini. Yang pertama hilangkan permusuhan karna perbedaan diantara kita. Ini adalah masalah yang sering terjadi diantara mahasiswa yaitu merasa paling benar dan menganggap orang lain salah, padahal kita hidup b...

Islam Masa Depan

                        “Kritik Nalar Islamisme dan Kebangkitan Islam” Oleh: Sirajudin Pengantar Dinamika Kebangkitan Islam dan Krisis Peradaban Terlihat dalam buku Dawam Rahadjo ini bagaimana mengkritik perkembangan dunia Islam. ditata dengan semenarik mungkin diawali dengan pembahasan Krisis Peradaban Islam hinga dipenghujungnya memberikan solusi dalam setiap permasalahan. Wacana mengenai kebangkitan islam sebenarnya sudah terlihat dari dulu, hanya saja wacana itu hanya sebatas teori yang sampai saat ini belum terlihat kebangkitan Islam itu sendiri. Masyarakat Islam harus menyadari ketertinggalanya atas kebangkitan islam. Isu-isu mengenai kebangkitan islam marak dikalangan umat islam sebagai wacana belaka. Menurut Dawam Jika peradaban islam dalam arena kemasyarakatan dan seni budaya itu telah mengalami krisis, maka di bidang ilmu pengetahuan dan teknolog...

katanya waktu itu mahal

Waktu Terlalu Berharga Untuk Disiasiakan   Sirajudin / Tarjamah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Apa yang sudah kita siapkan untuk masa depan nanti ? A pakah kita sudah siap  takala kematian itu datang menjemput kita ? Apakah kita sudah menyiapkan bekal untuk masa depan? tak pernah kita sadari bahwa sungguh kematian itu datang dari arah yang tak di sangka-sangka dan dia datang tidak mengenal apa yang sedang kita lakuakan. Sungguh kita terlena dengan pertanyaan itu semua. Kita menganggapnya itu adalah masalah yang kecil padahal itu adalah masalah yang besar. Sungguh kita terlena dengan dunia yang fana ini dengan isinya. Y ang tak pernah kita sadari bahwa itu semua adalah sementara. Kita hidup di dunia ini seperti hal nya kita mampir di suatu tempat ketika dalam perjalanan jauh hanyalah mampir sebentar . Apa yang engkau banggakan ketika engkau berada di dunia yang hina ini.? B ukankah engkau melihat orang yang m eninggal tidak membawa apa-apa melainkan hanyala...