Langsung ke konten utama

Masa Depan Agama 'Agama Cinta'


Dedah Buku
#Agama Cinta ‘Agama Masa Depan’ karya John D. Caputo
Oleh : Sirajudin
Sesekali kita perlu melihat ke belakang (sejarah), seraya menatap apa yang akan terjadi di depan. Dunia tak lagi yaman sewaktu kita kecil. Fenomena ini merupakan akibat nyata dari perkembangan teknologi dan kebebasan mendapatkan maupun menyuarakan informasi. Dunia tempat sensibilitas religus telah beruba secara dramatis. Kini manusia lebih banyak hidup, berharap, berdoa, dan menangis di tengah dunia dengan sistem komunikasi teknologi, Komunikasi teknologi yang berkembang secara tidak langsung membuat manusia lupa pada Tuhan yang sesungguhnya.
Lantas, seseorang yang menyuarakan kebenaran hendaknya tidak merasakan puas dengan apa yang ada, karena masih jauh dari kesempurnaan. Tuhan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah Tuhan (dalam tradisi Islam, huwa al haq: dialah kebanaran itu). Tepatnya, ia yang Maha Esa. Dengan demikian, mencari kebenaran ialah moral dan etika. Siapapun yang secara moral dan etika tidak sempurna berarti memiliki langkah belum tepat. Ber-Agama sejatinya berusaha menyempurnakan moral dan senantiasa dalam pencarian kebenaran, yang berarti mencari pengetahuan yang lebih tinggi.



Buku ini merupakan kritik cara orang ber-Agama, meskipun penulis menggunakan sudut pandang Kristen. Pemikiran John D. Caputo yang menarik adalah mencoba melakukan pengkajian dan perumusan ulang atas makna dan posisi agama kini. Tidak hanya itu, ia mencoba netral dalam menganalisis.

Buku ini bisa dibaca siapa saja, membuka cakrawala tentang keberagaman dalam menghayati bagaimana Tuhan menciptakan ini semua. Seperti yang diungkapkan oleh Dr. I. Bambang Sugiharto dalam pengantar buku ini, bahwa di tengah tendensi kebangkitan agama dalam kecenderungan dogmatisme, literalisme, legalisme, dan sebagainya sebetulnya justru berisiko menghancurkan diri sendiri. Dengan hadirnya karya John D. Caputo ini, sebagai semacam shock-therapy. Tetapi, semua itu dikembalikan kepada diri pembaca, bagaimana memandang buku ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu mahasiswa?

Apa itu Mahasiswa? Oleh: Sirajudin Mahasiswa merupak sosok yang ditunggu oleh bangsa ini, sosok yang mempunyai semangat juang yag tinggi, sosok yang menjadi pahlawan di tengah-tengah kericuhan negeri ini. Dengan itu sebutan mahasiswa merupakan sebuah sebutan yang emas di masyarakat karna mahasiswalah yang paling utama merespon terhadap peristwa dan memberikan solusi dari peristwa tersebut. Melihat keadaan negeri tercinta ini semakin memburuk maka di sinilah peran mahasisw yang paling penting untuk memberikan ide-ide cemerlang untuk negeri ini, untuk menjadi agen perubahan, untuk menjadi pahlawan negeri ini, untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab. Lantas apa yang kita lakukan sebagai mahasiswa untuk negeri ini.?ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk negeri ini. Yang pertama hilangkan permusuhan karna perbedaan diantara kita. Ini adalah masalah yang sering terjadi diantara mahasiswa yaitu merasa paling benar dan menganggap orang lain salah, padahal kita hidup b...

Islam Masa Depan

                        “Kritik Nalar Islamisme dan Kebangkitan Islam” Oleh: Sirajudin Pengantar Dinamika Kebangkitan Islam dan Krisis Peradaban Terlihat dalam buku Dawam Rahadjo ini bagaimana mengkritik perkembangan dunia Islam. ditata dengan semenarik mungkin diawali dengan pembahasan Krisis Peradaban Islam hinga dipenghujungnya memberikan solusi dalam setiap permasalahan. Wacana mengenai kebangkitan islam sebenarnya sudah terlihat dari dulu, hanya saja wacana itu hanya sebatas teori yang sampai saat ini belum terlihat kebangkitan Islam itu sendiri. Masyarakat Islam harus menyadari ketertinggalanya atas kebangkitan islam. Isu-isu mengenai kebangkitan islam marak dikalangan umat islam sebagai wacana belaka. Menurut Dawam Jika peradaban islam dalam arena kemasyarakatan dan seni budaya itu telah mengalami krisis, maka di bidang ilmu pengetahuan dan teknolog...

katanya waktu itu mahal

Waktu Terlalu Berharga Untuk Disiasiakan   Sirajudin / Tarjamah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Apa yang sudah kita siapkan untuk masa depan nanti ? A pakah kita sudah siap  takala kematian itu datang menjemput kita ? Apakah kita sudah menyiapkan bekal untuk masa depan? tak pernah kita sadari bahwa sungguh kematian itu datang dari arah yang tak di sangka-sangka dan dia datang tidak mengenal apa yang sedang kita lakuakan. Sungguh kita terlena dengan pertanyaan itu semua. Kita menganggapnya itu adalah masalah yang kecil padahal itu adalah masalah yang besar. Sungguh kita terlena dengan dunia yang fana ini dengan isinya. Y ang tak pernah kita sadari bahwa itu semua adalah sementara. Kita hidup di dunia ini seperti hal nya kita mampir di suatu tempat ketika dalam perjalanan jauh hanyalah mampir sebentar . Apa yang engkau banggakan ketika engkau berada di dunia yang hina ini.? B ukankah engkau melihat orang yang m eninggal tidak membawa apa-apa melainkan hanyala...